Home » Berita Bola » Liga Inggris » Kevin-Prince Boateng Beberkan Masa Lalu Suramnya Di Inggris

Kevin-Prince Boateng Beberkan Masa Lalu Suramnya Di Inggris

portal bola @suarabola

Portal Bola – Kevin-Prince Boateng mengungkapkan masa-masa kelamnya ketika memperkuat Tottenham Hotspur.

Masa lalu yang kelam pada saat dirinya bermain bersama Tottenham Hotspur dulu dibeberkan oleh Kevin-Prince Boateng baru-baru ini.

Pemain timnas negara Ghana ini yang sebelumnya bermain untuk tim Hertha Berlin pada saat usianya baru menginjak 20 tahun pada tahun 2007 yang lalu diboyong oleh kubu Tottenham Hotspur seharga £5.4 juta.

Boateng mendarat di White Hart Lane dengan tekanan berat pada dirinya, namun sayang dirinya tidak bisa memberikan performa yang diinginkan oleh pihak klub dan kemudian dijual ke Portsmouth pada 2009 setelah melalui periode peminjaman di Borussia Dortmund. Ada pun selama berseragam Spurs, Boateng hanya mengemas satu gol dari 25 penampilan.

Kini, pemain 29 tahun itu membintangi Las Palmas di Spanyol. Baginya, kehidupan hiruk-pikuk di Inggris merupakan masa-masa suram yang membuatnya terjatuh.

“Saya terlihat tua,” buka Boateng kepada The Guardian, membahas masa-masa dia sebagai pemain Spurs.

“Setiap malam saya keluar sampai jam 6 pagi. Saya seperti 95 kg, melar gara-gara mabuk-mabukan dan makanan yang tidak terkontrol. Saya katakan: ‘Tak boleh seperti ini. Saya tidak ingin menjadi orang seperti itu. Saya punya sesuatu di dalam diri ini, saya seorang pesepakbola’.”

“Saya memanggil teman-teman saya, dua sahabat dekat, dan mereka datang. Bersama-sama, kami membersihkan kulkas dan rumah saya. Hari itu, saya katakan: ‘Tidak, hentikan itu’.”

“Saya tidak mau mabuk. Saya tidak mau keluar lagi. Saya mulai memasak, saya ingin memakan makanan yang sehat. Dari hari pertama sampai selanjutnya. Ketika saya melakukannya dengan lamban, mungkin saya tidak akan melakukan itu semua [lagi]. Saya perlu rehat untuk berbenah diri.”

“Saya menyadari betapa buruk itu semua sekarang: enam hari dalam seminggu berada di klub malam, mabuk-mabukan hampir setahun. Tapi saya masih berusia 20 tahun kala itu. Anda tidak berpikir segala sesuatu telah berkembang dengan arah yang salah.

“Kalau masalah uang tentunya bukan menjadi masalah, dengan ditemani wanita di klub malam bersama para teman-teman saya, namun mereka semua palsu!” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by Live Score & Live Score App