Home » Berita Bola » Liga Jerman » RB Leipzig Memastikan Diri Lolos Ke Liga Champions Musim Depan

RB Leipzig Memastikan Diri Lolos Ke Liga Champions Musim Depan

portal bola @suarabola

Portal Bola – Matchday ke 29 Bundesliga Jerman pada hari sabtu kemarin yang berhasil dimenangkan oleh RB Leipzig ternyata memberikan hasi yang mengejutkan dimana tim yang baru akan merayakan ulang tahun ke delapan pada bulan depan resmi lolos ke Liga Champions pada musim depan.

Kemenangan telak 4-0 atas SC Freiburg plus kekalahan tim peringkat kelima Hertha Berlin dari Mainz membuat kubu Leipzig sudah tidak mungkin lagi untuk turun dari empat besar klasemen. Leipzig pun sukses mewujudkan mimpi Eropa dalam kampanye debut mereka di kasta teratas sepakbola Jerman atau hanya berselang kurang dari delapan tahun sejak klub ini didirkan pada 19 Mei 2009.

Meski terkesan sebagai sebuah lompatan yang luar biasa, tidak semua pihak senang dengan pencapaian tim berjuluk Die Rotten Bullen atau Sang Banteng Merah tersebut. Banyak media menyebut Leipzig sebagai klub yang paling dibenci di Jerman. Sokongan modal kuat dari perusahaan minuman energi asal Austria, Red Bull merupakan faktor utamanya.

Kehadiran Red Bull dianggap merusak tradisi sepakbola Jerman yang dikenal protektif dalam kebijakan kepemilikan klub. Investor asing sebetulnya diperkenankan masuk, namun jangan harap ada dominasi penuh semacam Qatar Sports Investments di Paris Saint-Germain, Grup Abu Dhabi di Manchester City atau Rossoneri Sport Investment Luxembourg yang baru-baru ini membeli AC Milan.

[BACA JUGA]: Mesut Ozil Tolak Tawaran Gaji £100 Juta Dari Klub Tiongkok

Sepakbola Jerman punya aturan sakral dalam kepemilikan klub yang disebut “50+1” di mana saham mayoritas harus dimiliki oleh anggota klub terutama para fans. Leipzig secara de jure memang tidak melanggar aturan tersebut, akan tetapi mereka memanipulasi aturan tersebut sehingga menimbulkan kontroversi dan kemarahan di seantero Jerman.

Leipzig diketahui tetap memiliki anggota klub yang menguasai 51 persen saham klub, namun cuma berisikan 17 orang yang seluruhnya merupakan pegawai Red Bull. Tiap anggota diharuskan membayar €800 per tahun. Jumlah tersebut sepuluh kali lipat lebih mahal dari iuran anggota klub di Bayern yang hanya €80 euro per tahun.

Sejumlah pihak, mulai dari fans hingga petinggi klub lain, sepakat menyebut Leipzig sebagai sebuah alat marketing dari Red Bull. “RB Leipzig melakukan hal yang sangat bagus dari aspek olahraga. Tapi klub itu dibangun untuk meningkatkan pendapatan Red Bull, tidak lebih dari itu,” ujar CEO Borussia Dortmund Hans-Joachim Watzke kepada Suarabola.

Dietrich Mateschitz, founder Leipzig dan Red Bull, punya pembelaannya sendiri. Menurutnya, kebencian terhadap Leipzig dilakukan oleh minoritas fans di Jerman. “Mereka [para haters Leipzig] adalah fans garis keras, hooligan atau ultras, yang ingin menyalahgunakan sepakbola demi kekerasan. Mereka cuma ingin mabuk dan menyalakan kembang api,” kecam Mateschitz seperti dikutip ESPN.

Terlepas dari kontroversi di atas, apa yang dilakukan Leipzig di dalam lapangan memang layak diapresiasi. Dengan sudah mendapatkan total raihan 61 poin dan rata-rata gol yang hampir mencapai dua gol per laga, pasukan Ralph Hasenhuttl sejauh ini adalah satu-satunya tim yang mampu menyaingi Bayern di Bundesliga Jerman.

(am/ma)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by Live Score & Live Score App